Dipublish pada 30 Januari 2023, 07:02:16 WITA

Cara menanam menggunakan sistem Hidroponik di rumah

  • Bidang

  • Tanggal

    30 Januari 2023
  • Pukul

    07:02:16 WITA

Biasanya masyarakat seringkali mengalami masalah terutama yang tidak memiliki lahan yang luas untuk bercocok. Hidroponik merupakan solusi di bidang pertanian dengan menggunakan teknologi sederhana. Menurut Tallei et al, (2017) bahwa hidroponik diambil dari bahasa Yunani yaitu hydro yang artinya air dan ponos yang artinya daya. Selain itu, hidroponik juga kerap dikenal dengan sebutan soilless culture yang memiliki arti budidaya tanpa tanah. Tanaman akan tumbuh dengan baik apabila pemenuhan nutrisinya tepat bagi tanaman dan tercukupi. Oleh karena itu, pengertian hidroponik secara menyeluruh adalah menanam tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dan menekankan pemenuhan nutrisi tanaman yang disalurkan melalui pemanfaatan air. Tanaman akan tumbuh dengan baik apabila pemenuhan nutrisinya cocok dan tercukupi.

Sekilas, sistem hidroponik terlihat rumit, akan tetapi setelah dipahami, cara kerja sistem ini sebetulnya sangat sederhana. Terdapat beberapa tipe sistem hidroponik yaitu drip system (sistem tetes), Ebb and flow (flood and drain), NFT (nutrient film technique), aquaponik, aeroponic, dan wick system (sistem sumbu). Selain itu, sistem hidroponik bisa juga merupakan kombinasi dari satu atau lebih dari sistem-sistem tersebut.

 

Drip system

Sistem ini menggunakan sistem irigasi tetes (drip irrigation system) untuk mengalirkan nutrisi ke wilayah perakaran melalui selang irigasi dengan menggunakan dripper yang diatur waktunya dengan timer. Media tanam sistem ini yaitu batu apung, sekam bakar, zeolit, atau cocopeat (sabut kelapa), yang berfungsi sebagai tempat akar berkembang dan memperkokoh kedudukan tanaman. Nutrisi hidroponik disimpan di wadah. Pompa yang disiapkan di dalam wadah akan memompa nutrisi melalui selang irigasi sesuai jadwal yang telah diatur. Cairan nutrisi yang tidak terserap dialirkan kembali melalui drainase yang diletakkan di bagian bawah depan dari setiap pot tanaman. Cairan ini akan kembali ke wadah penampung pupuk. Pengatur waktu bisa diatur untuk 15 menit setiap satu jam.

 

Ebb and Flow

Sistem ini disebut juga sistem pasang surut. Pada sistem ini, larutan nutrisi diberikan dengan cara menggenangi wilayah perakaran pada waktu yang ditentukan. Setelah cukup maka larutan nutrisi dialirkan kembali ke wadah penampungan pupuk. Larutan nutrisi akan mengisi/membanjiri sistem sampai mencapai ketinggian dari overflow yang telah disiapkan, sehingga merendam akar tanaman. Tabung overflow harus diatur sekitar 2 inch di bawah permukaan atas media tumbuh. Sistem tetes dan pasang surut memiliki kelemahan, yaitu ketika terjadi pemutusan aliran listrik secara tiba-tiba dalam waktu yang cukup lama, maka tanaman tidak mendapatkan suplai nutrisi. Demikian juga apabila terjadi kerusakan pada pompa.

 

Nutrient Film Technique

Pada sistem ini, nutrisi dipompa ke tanaman melalui aliran air yang tipis, sehingga akar tumbuhan bersentuhan dengan lapisan tipis nutrisi yang mengalir. Ketinggian lapisan air bisa diatur satu sampai dua sentimeter. Keuntungan dari sistem ini, ketikaaliran listrik terputus maka cairan nutrisi masih tersisa di dalam sistem. Konstruksi sistem dibuat bertingkat sehingga cairan nutrisi di pompa melalui pipa paling atas kemudian mengalir sampai pipapaling bawah, dan langsung ke wadah penampungan cairan pupuk. Sistem ini banyak disukai karena akar tanaman menyerap lebih banyak oksigen dari udara dibandingkan yang diserap dari larutan nutrisi. Hal ini disebabkan karena hanya ujung akar saja yang bersentuhan dengan larutan nutrisi sehingga tumbuhan mendapatkan lebih banyak oksigen dan hal ini menyebabkan tumbuhan lebih cepat tumbuh dan berkembang.

 

Wick system

Sistem sumbu ini merupakan metode hidroponik yang paling sederhana. Sistem ini bisa menggunakan bahan-bahan daur ulang seperti botol atau gelas bekas minuman kemasan sebagai wadah untuk nutrisi. Tanaman mendapatkan nutrisi yang diserap melalui sumbu atau kain flanel. Sistemnya seperti kompor minyak tanah. Sistem ini juga seringkali digunakan oleh guru di kelas sebagai bahan eksperimen untuk murid. Tujuannya yaitu untuk menjelaskan bagaimana tumbuhan bertumbuh dan berkembang, sekaligus membuat murid tertarik pada hidroponik. Sumbunya merupakan bagian penting dari sistem ini, karena tanpa penyerab cairan yang baik, tanaman tidak akan mendapatkan kelembaban dan nutrisi yang dibutuhkan. Sumbu yang baik, selain sebagai penyerap cairan yang baik, juga tidak mudah rusak akibat pembusukan. Sumbu sebaiknay dicuci terlebih dahulu dengan air.

 

Aeroponik

Pada sistem ini, tanaman ditumbukan pada udara yang lembab tanpa menggunakan tanah atau medium agregat (geoponik). Kata aeroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu aero (udara) dan ponos (daya). Sistem aeroponik berbeda dengan hidroonik konvensional. Pada sistem ini, larutan nutrisi sebagai medium tumbuh dan mengandung mineral-mineral penting untuk pertumbuhan tanaman disemprotkan secara berkala pada akar tanaman. Karena air tetap digunakan untuk mentransmisikan nutrien, maka sistem ini juga dianggap sebagai salah satu tipe hidroponik. Penyemprotan dilakukan menggunakan pompa bertekanan tinggi sehingga menghasilkan butiran-butiran air yang sangat halus melalui sprinkler.

 

Aquaponik

Ada yang menganggap bahwa sistem ini bukan termasuk ke dalam sistem hidroponik, karena tidak menggunakan pupuk dengan nutrisi yang seimbang. Aquaponik menggunakan nutrisi dari air kolam ikan yang sudah mengandung nutrisi yang secara alamiah terbentuk dari sisa kotoran ikan dan pakan ikan yang larut di dalam air. Sistem ini serupa dengan sistem rakit apung ataupun NFT, tetapi sumber nutrisinya berbeda.

 

Refrensi

Tallei, T.E., I. F.M. Rumengan, and A.A. Adam. 2017. Hidroponik untuk Pemula. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Berita Terkait

Sosialisasi Program Kerja KKN UGM 2022 dan Sosialisasi Awal Website Go Digital Desa

30 Januari 2023

Sosialisasi cara mengubah botol air mineral menjadi celengan

30 Januari 2023

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di TPH Wringinputih Kecamatan Borobudur

30 Januari 2023

Memanfaatkan Lahan Pekarangan Kosong dengan Menanam Sayuran di Polybag

30 Januari 2023

Penggelolaan Sampah yang Dimanfaatkan Sebagai Pupuk Organik Cair di TPH Desa Wringinputih

30 Januari 2023

Peta Potensi UMKM Makanan Dusun Karangmalang

30 Januari 2023

Infografis Potensi UMKM Dusun Karangmalang

30 Januari 2023

Peta Potensi UMKM Dusun Sriyasan

30 Januari 2023